JAKARTA — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sudah memberikan tugas anak perusahaan, PT pembangkitan Jawa Bali serta PT Indonesia Power, untuk mengurus beberapa pembangkit listrik tenaga uap yang ada di mulut tambang batu bara dengan keseluruhan kemampuan 6.000 megawatt.
Direktur Penting PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Iwan Agung Firstantara menjelaskan jika beberapa pembangkit itu terdapat di daerah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Riau, serta Jambi. Tetapi, ia belum menguraikan pembangkit mana saja yang akan diurus oleh dua perusahaan itu.
"PJB serta Indonesia Power sudah ditugaskan oleh PLN. Ada banyak daerah yang akan kami atur. Sekarang, masih juga dalam step penelusuran mitra [mitra] untuk kerja sama, " tuturnya baru saja ini.
Ia mengutarakan, untuk cari partner, PJB akan mengadakan paparan ke sejumlah negara seperti China serta beberapa negara yang lain. Kecuali ke luar negeri, perusahaan akan cari partner lokal.
Sama seperti dengan PJB, Indonesia Power akan cari perusahaan untuk bekerja bersama mengurus pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan pola mulut tambang. Indonesia Power akan kerja sama juga dengan PT Adaro Energy Tbk. untuk membuat PLTU mulut tambang.
Indonesia Power akan mengurus PLTU Kalimantan timur 5 dengan kemampuan 2x100 megawatt (MW) berdasar pemilihan langsung oleh PLN.
Direktur Penting Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani menjelaskan, Indonesia Power mempunyai bagian saham 51%, sedang Adaro mempunyai bagian saham 49%. Menurut dia, nilai investasi project itu seputar US$180 juta.
"Kami [Indonesia Power] sedang ajukan pengusulan perusahaan partner pada induk perusahaan, yakni PLN. Kami akan kerja sama juga dengan Adaro, " tuturnya.
Ia menjelaskan, faksinya tengah mengakhiri tingkatan untuk selekasnya melakuakan penandatanganan jual membeli listrik dengan PLN. Harga jual listrik dari pengembang listrik swasta optimal 75% dari ongkos inti produksi (BPP) listrik daerah ditempat.
Ini karena harga bahan bakar PLTU mulut tambang tambah murah dibanding dengan PLTU yang lain. Harga PLTU mulut tambang akan memakai pola ongkos produksi plus margin.
Sripeni menerangkan, tempat PLTU itu ada di salah satunya daerah pertambangan punya Adaro. Pembangkit itu akan manfaatkan daerah tambang yang tidak dapat mengeskpor batu bara.
"Ada tempat tambang punya Adaro yang tidak dapat mengekspor batu bara sebab kalorinya tidak cocok. Jadi, kami akan manfaatkan itu untuk bahan bakar PLTU Kalimantan timur."
Selain itu, PLN sudah tentukan 19 tempat PLTU mulut tambang di semua Indonesia. Pembangunan PLTU diletakkan di mulut tambang supaya ongkos angkut tambah murah serta dapat turunkan harga jual listrik.
Harga listrik PLTU mulut tambang semakin lebih murah dibanding dengan PLTU lain. (Gemal A.N. Panggabean)
Direktur Penting PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Iwan Agung Firstantara menjelaskan jika beberapa pembangkit itu terdapat di daerah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Riau, serta Jambi. Tetapi, ia belum menguraikan pembangkit mana saja yang akan diurus oleh dua perusahaan itu.
"PJB serta Indonesia Power sudah ditugaskan oleh PLN. Ada banyak daerah yang akan kami atur. Sekarang, masih juga dalam step penelusuran mitra [mitra] untuk kerja sama, " tuturnya baru saja ini.
Ia mengutarakan, untuk cari partner, PJB akan mengadakan paparan ke sejumlah negara seperti China serta beberapa negara yang lain. Kecuali ke luar negeri, perusahaan akan cari partner lokal.
Sama seperti dengan PJB, Indonesia Power akan cari perusahaan untuk bekerja bersama mengurus pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan pola mulut tambang. Indonesia Power akan kerja sama juga dengan PT Adaro Energy Tbk. untuk membuat PLTU mulut tambang.
Indonesia Power akan mengurus PLTU Kalimantan timur 5 dengan kemampuan 2x100 megawatt (MW) berdasar pemilihan langsung oleh PLN.
Direktur Penting Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani menjelaskan, Indonesia Power mempunyai bagian saham 51%, sedang Adaro mempunyai bagian saham 49%. Menurut dia, nilai investasi project itu seputar US$180 juta.
"Kami [Indonesia Power] sedang ajukan pengusulan perusahaan partner pada induk perusahaan, yakni PLN. Kami akan kerja sama juga dengan Adaro, " tuturnya.
Ia menjelaskan, faksinya tengah mengakhiri tingkatan untuk selekasnya melakuakan penandatanganan jual membeli listrik dengan PLN. Harga jual listrik dari pengembang listrik swasta optimal 75% dari ongkos inti produksi (BPP) listrik daerah ditempat.
Ini karena harga bahan bakar PLTU mulut tambang tambah murah dibanding dengan PLTU yang lain. Harga PLTU mulut tambang akan memakai pola ongkos produksi plus margin.
Sripeni menerangkan, tempat PLTU itu ada di salah satunya daerah pertambangan punya Adaro. Pembangkit itu akan manfaatkan daerah tambang yang tidak dapat mengeskpor batu bara.
"Ada tempat tambang punya Adaro yang tidak dapat mengekspor batu bara sebab kalorinya tidak cocok. Jadi, kami akan manfaatkan itu untuk bahan bakar PLTU Kalimantan timur."
Selain itu, PLN sudah tentukan 19 tempat PLTU mulut tambang di semua Indonesia. Pembangunan PLTU diletakkan di mulut tambang supaya ongkos angkut tambah murah serta dapat turunkan harga jual listrik.
Harga listrik PLTU mulut tambang semakin lebih murah dibanding dengan PLTU lain. (Gemal A.N. Panggabean)

Comments
Post a Comment